Sehatkah Berat Badanku?

Dalam hal berat badan, manusia seringnya bertanya “Mengapa aku gemuk?” atau “Mengapa dia kurus?”.  Tapi, pernahkah kamu berpikir sehatkah berat badanku? Apakah ketika berat badanmu normal itu artinya sehat? Kamu perlu mengetahui bahwa tidak semua berat badan normal itu sehat [2]. Komposisi berat badan tubuh kamu juga perlu diperhatikan. Berat badan yang sama dengan persentase lemak tubuh yang lebih tinggi memiliki risiko kesehatan yang lebih tinggi terhadap berbagai macam penyakit, seperti hipertensi, diabetes, atau penyakit jantung [2]. Oleh karena itu, saatnya kamu berpikir bahwa menjaga berat badan ideal bukan sekedar masalah penampilan, tetapi demi kesehatan [1].

 

Bagaimana berat badan kita bisa berubah?

Konsepnya, perubahan berat badan terjadi ketika terdapat ketidakseimbangan antara jumlah energi (atau jumlah kalori) yang masuk dengan jumlah energi (atau jumlah kalori) yang dikeluarkan [1]. Ketika energi yang masuk berlebih, berat badanmu akan meningkat. Sebaliknya, berat badan akan berkurang jika energi yang masuk lebih kecil dibandingkan energi yang keluar [1].  Energi itu sendiri diperoleh dari makanan kita sehari-hari yang kita konsumsi, kemudian energi dikeluarkan ketika kita beraktivitas baik saat istirahat maupun bekerja [1]. Satuan ukur yang biasa digunakan untuk menghitung energi ini disebut dengan kalori.

 

Lalu, bagaimana menjaga berat badan yang sehat?

Melihat penjelasan di atas, tampaknya menjaga berat badan terlihat sederhana bukan? Seolah-olah kita hanya perlu untuk menjaga keseimbangan energi yang masuk melalui makanan dengan energi yang keluar dari aktivitas. Ingat, konsep tersebut digunakan untuk menjaga agar berat badan kita tidak mengalami perubahan yang tidak perlu. Untuk mencapai tujuan kesehatan, kamu perlu memiliki komposisi tubuh yang tepat dan menjaganya dalam jangka waktu yang lama atau secara berkesinambungan.

 

Sebelum kamu mencapai tujuan tersebut, ada beberapa pertanyaan yang harus kamu jawab terlebih dahulu: “Apa saja yang kamu makan?”; “Berapa banyak kamu makan?”; “Mengapa kamu makan?” [1]; “Apa aktivitas fisik yang kamu lakukan?”; “Bagaimana kamu melakukan aktivitas itu?” [2].  Setelah kamu menjawab pertanyaan itu, kamu akan menyadari bahwa dibalik semua pertanyaan tersebut, terdapat berbagai macam faktor yang mempengaruhi perilaku kita dalam mengkonsumsi makanan maupun beraktivitas, baik faktor dari dalam diri kita sendiri, seperti hormon atau genetik, maupun faktor psikologis, sosial, dan budaya [1,2]. Inilah yang menyebabkan hal ini menjadi tidak sederhana. Tapi, apakah sulit untuk dilakukan? Bagaimana sebenarnya rekomendasi untuk menjalankan pola makan dan aktivitas fisik kita sehari-hari? Simak penjelasannya di link ini.

Disclaimer: Artikel yang terkandung dalam situs ini disajikan untuk digunakan sebagai informasi tambahan. Artikel di dalam situs zywielab.com ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan perawatan medis profesional atau rekomendasi terhadap suatu individu dari ahli gizi profesional. Artikel yang ada di dalam situs ini tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk diagnosis atau pilihan pengobatan. Semua pengobatan yang anda lakukan harus berdasarkan rekomendasi dari dokter dengan pemeriksaan secara langsung. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain kecuali jika diberikan referensi secara spesifik. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan. Jika Anda menemukan sesuatu yang harus diperbaiki dalam artikel ini, silakan hubungi kontak@zywielab.com

 

Lisensi: Lisensi artikel ini adalah Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan (BY-NC-ND): Pencipta diberi kredit dan hanya karya verbatim saja untuk tujuan nonkomersial saja. Untuk lisensi komersial dan edukasi silahkan menghubungi kami di lisensi@zywielab.com

Referensi

Tentang Penulis dan Penyunting

dr. Besthari Anindita Pramitasari
Universitas Indonesia, Dokter
Besthari merupakan dokter umum alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) lulusan tahun 2015 yang memiliki ketertarikan di bidang gizi. Disamping profesinya sebagai dokter, Besthari memiliki ketertarikan sendiri di bidang art & design¸serta entrepreneurship. Besthari telah mengikuti berbagai program dan pelatihan di bidang gizi, art & design, serta entrepreneurship. Saat ini...
Dipl-Ing Arradi Nur Rizal M.Sc.
Founder, Reviewer, The Science of Gastronomy
Rizal, sebagai pencetus Zywie laboratorium, walaupun memiliki latar belakang di bidang teknik dan bisnis, mempunyai perhatian lebih terhadap pendidikan kesehatan dan gizi di masyarakat. Perhatian ini muncul ketika Rizal sedang mempelajari "The Science of Gastronomy". Sekarang Rizal sedang bekerja di Lund University, Swedia.