Siapa Bilang Tidak Bisa ASI Eksklusif?

Ibu menyusui seringkali dianjurkan untuk ASI eksklusif, namun banyak yang akhirnya tidak berhasil melakukannya. Permulaan ibu menyerah ASI eksklusif biasanya diawali dengan kekhawatiran “Mengapa jumlah ASI saya sedikit? Cukupkah?”. Padahal, para ibu yang berhasil ASI ekslusif dapat menyusui anaknya hingga usia anak >1 tahun. Apa sebenarnya yang menyebabkan hal tersebut? Apakah ukuran payudara yang lebih besar menghasilkan ASI yang lebih banyak?

 

Bagaimana sih ASI dihasilkan?

Para ibu menyusui, jangan bandingkan ukuran payudaramu dengan yang lain! Kenyataanya, seberapa besar ukuran payudaramu tidak menentukan jumlah ASI yang dihasilkan. Faktor utama penghasil ASI adalah hormon, yaitu hormon prolaktin [1][2][3]. Hormon ini banyak diproduksi di malam hari dan distimulus oleh pengosongan payudara [1][2][3]. Artinya, semakin sering kamu menyusui, semakin banyak ASI yang dihasilkan. Selain jumlah frekuensi menyusui, cara kamu menyusui juga harus tepat agar produksi ASI lancar [2][3]. Beberapa masalah yang ditemukan saat ini, ibu tidak menyusui anaknya hingga payudara benar-benar kosong, terlalu cepat dalam menyusui, atau posisi perlekatan saat menyusui yang salah sehingga ASI yang dikeluarkan tidak maksimal [3]. Mengapa ini penting? ASI yang tertinggal dalam payudaramu adalah faktor yang menghambat produksi ASI. Jadi, semakin banyak ASI yang tersisa, semakin sedikit ASI yang diproduksi [1][3].

 

Cukupkah dengan teknik menyusui yang tepat? Sayangnya, Karena pusat produksi hormon prolaktin ada di otak kamu [1][2][3], segala sesuatu yang kamu rasakan dan pikirkan akan mempengaruhi produksi ASI kamu. Perasaan bahagia saat berdekatan dengan bayi dan saat memandang bayi kita sendiri memicu produksi ASI lebih banyak [2][3]. Sebaliknya, saat ibu mulai stress, kelelahan, hingga terlalu banyak memiliki kekhawatiran, produksi ASI juga akan berkurang [2][3]. Jadi, setiap ibu haruslah percaya diri dan penuh kasih sayang dalam menyusui.

 

Bermulanya kekhawatiran ibu…

Saat ibu mulai mengkhawatirkan jumlah ASI-nya yang dirasa sedikit, momen tersebutlah yang membuat ibu menjadi tidak percaya diri dalam menyusui. Hal ini berujung dengan memutuskan memberi susu tambahan dari luar. Seperti yang kita ketahui, perasaan khawatir dan tidak percaya diri ibu mempengaruhi produksi ASI [2][3]. Solusi memberikan tambahan susu dari luar bukan akan meningkatkan produksinya, tetapi justru mengurangi produksinya. Hal ini dikarenakan frekuensi menyusui bayimu juga akan berkurang. Hasilnya tentu saja kegagalan ASI eksklusif!

 

Jadi, pilihan terbaik saat kamu mulai mengkhawatirkan sesuatu adalah bertanya tentang kekhawatiranmu [3]. Belum tentu kan jumlah ASI-mu yang berkurang atau anak yang terus meminta ASI menandakan ASI-mu tidak cukup? Karena setiap ibu menyusui diberkahi kemampuan untuk bisa melakukan ASI eksklusif.

 

Disclaimer: Artikel yang terkandung dalam situs ini disajikan untuk digunakan sebagai informasi tambahan. Artikel di dalam situs zywielab.com ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan perawatan medis profesional atau rekomendasi terhadap suatu individu dari ahli gizi profesional. Artikel yang ada di dalam situs ini tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk diagnosis atau pilihan pengobatan. Semua pengobatan yang anda lakukan harus berdasarkan rekomendasi dari dokter dengan pemeriksaan secara langsung. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain kecuali jika diberikan referensi secara spesifik. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan. Jika Anda menemukan sesuatu yang harus diperbaiki dalam artikel ini, silakan hubungi kontak@zywielab.com

 

Lisensi: Lisensi artikel ini adalah Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan (BY-NC-ND): Pencipta diberi kredit dan hanya karya verbatim saja untuk tujuan nonkomersial saja. Untuk lisensi komersial dan edukasi silahkan menghubungi kami di lisensi@zywielab.com

Referensi

Tentang Penulis dan Penyunting

dr. Besthari Anindita Pramitasari
Universitas Indonesia, Dokter
Besthari merupakan dokter umum alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) lulusan tahun 2015 yang memiliki ketertarikan di bidang gizi. Disamping profesinya sebagai dokter, Besthari memiliki ketertarikan sendiri di bidang art & design¸serta entrepreneurship. Besthari telah mengikuti berbagai program dan pelatihan di bidang gizi, art & design, serta entrepreneurship. Saat ini...
Dipl-Ing Arradi Nur Rizal M.Sc.
Founder, Reviewer, The Science of Gastronomy
Rizal, sebagai pencetus Zywie laboratorium, walaupun memiliki latar belakang di bidang teknik dan bisnis, mempunyai perhatian lebih terhadap pendidikan kesehatan dan gizi di masyarakat. Perhatian ini muncul ketika Rizal sedang mempelajari "The Science of Gastronomy". Sekarang Rizal sedang bekerja di Lund University, Swedia.