The Silent Killer, Sindroma Metabolik (Part 1)

sindroma metabolik
Fj.toloza992
Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported

Jika kamu memiliki tubuh kurus, tidak selalu menandakan bahwa kamu memiliki tubuh yang sehat. Sehat tidaknya tubuh tak hanya diukur dengan berat badan lho, tetapi ada hal lain yang lebih penting, yaitu komposisi tubuh.

 

Banyak orang yang memiliki tubuh kurus tetapi memiliki perut yang buncit. Hal ini dikarenakan simpanan lemak yang banyak di daerah perut yang dinamakan lemak visceral atau disebut juga obesitas abdominal. Bagi kamu yang memiliki perut buncit, berhati-hatilah, bisa jadi kamu dalam keadaan tidak sakit tetapi juga tidak sehat.

 

Hah? Maksudnya seperti apa?

 

Di dunia kesehatan, suatu keadaan yang menggambarkan kondisi bahwa kamu tidak sakit tetapi tidak juga sehat dinamakan dengan sindroma metabolik. Sindroma metabolik, yang disebut juga dengan sindroma X atau sindroma resistensi insulin, merupakan kumpulan gejala yang mengakibatkan seseorang memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami diabetes mellitus tipe 2, atau penyakit jantung, dibandingkan dengan orang sehat.[1]

 

Ciri utama dari sindroma metabolik ini ditandai dengan lingkar perut. Jika kamu memiliki lingkar perut lebih dari 90 cm untuk laki-laki dan 80 cm untuk perempuan serta ditambah dua dari tanda-tanda biokimia pendukungnya, berarti kamu positif mengalami sindroma metabolik. Tanda-tanda biokimia tersebut antara lain kadar trigliserida darah ≥ 150 mg/dL, kadar kolesterol HDL (high density lipoprotein) < 40 mg/dL untuk laki-laki dan < 50 mg/dL untuk perempuan , tekanan darah ≥ 130/≥ 85 mmHg, dan kadar gula darah puasa > 100 mg/dL. [2]

 

Kenapa kita perlu mengetahui mengenai sindroma metabolik?

 

Karena sindroma metabolik merupakan penyebab kematian pada seperempat penduduk di dunia pada usia produktif antara usia 20 sampai dengan 60 tahun. [3] Jika kita mengalami sindroma metabolik maka kita memiliki risiko dua kali lipat untuk mengalami penyakit jantung dan lima kali lipat untuk mengalami penyakit diabetes mellitus dibandingkan dengan orang sehat. [4]

 

Selain itu, sindroma metabolik juga meningkatkan faktor risiko seseorang untuk mengalami penyakit kanker hati, usus, rahim, dan payudara [5] serta menurunkan kecerdasan otak. [6] Sindroma metabolik ini menyerang 33% penduduk di negara maju dengan prevalensi pada wanita lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki (35.6% vs 30.3%) pada orang dewasa.[3] Sedangkan di Indonesia, sebuah penelitian di Jakarta menunjukkan bahwa prevalensi sindroma metabolik sebesar 28.4% dengan prevalensi pada kaum wanita lebih besar dibandingkan dengan kaum laki-laki (25.4% vs 30.4%).

 

Lalu, bagaimanakah cara kita untuk mencegah atau menangani sindroma metabolik ini?

Nantikan artikel selanjutnya di Zywielab ya.

Disclaimer: Artikel yang terkandung dalam situs ini disajikan untuk digunakan sebagai informasi tambahan. Artikel di dalam situs zywielab.com ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan perawatan medis profesional atau rekomendasi terhadap suatu individu dari ahli gizi profesional. Artikel yang ada di dalam situs ini tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk diagnosis atau pilihan pengobatan. Semua pengobatan yang anda lakukan harus berdasarkan rekomendasi dari dokter dengan pemeriksaan secara langsung. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain kecuali jika diberikan referensi secara spesifik. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan. Jika Anda menemukan sesuatu yang harus diperbaiki dalam artikel ini, silakan hubungi kontak@zywielab.com

 

Lisensi: Lisensi artikel ini adalah Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan (BY-NC-ND): Pencipta diberi kredit dan hanya karya verbatim saja untuk tujuan nonkomersial saja. Untuk lisensi komersial dan edukasi silahkan menghubungi kami di lisensi@zywielab.com

Referensi

  1. Executive Summary of The Third Report of The National Cholesterol Education Program (NCEP) Expert Panel on Detection, Evaluation, And Treatment of High Blood Cholesterol In Adults (Adult Treatment Panel III)

Tentang Penulis dan Penyunting

fasty's picture
Fasty A. U. S.Gz. M.S.
UGM - Gizi,. Taipe Medical University - Clinical Nutrition
Fasty adalah mahasiswa master di Taipei Medical University yang mendalami bidang clinical nutrition. Sejak menempuh pendidikan sarjana di Gizi Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FK UGM) dengan beasiswa prestasi akademik dari DIKTI, Fasty sudah menekuni bidang sindroma metabolik. Pada tahun 2014, Fasty memperoleh kembali beasiswa dari DIKTI, Beasiswa Pendidikan Pascasarjana...
rizal's picture
Dipl-Ing Arradi Nur Rizal M.Sc.
Founder, Reviewer, The Science of Gastronomy
Rizal, sebagai pencetus Zywie laboratorium, walaupun memiliki latar belakang di bidang teknik dan bisnis, mempunyai perhatian lebih terhadap pendidikan kesehatan dan gizi di masyarakat. Perhatian ini muncul ketika Rizal sedang mempelajari "The Science of Gastronomy". Sekarang Rizal sedang bekerja di Lund University, Swedia.