Sudah Kenal kopi?

Warung kopi adalah tempat yang lumrah ditemukan di negara kita Indonesia. Sesuai dengan namanya, menu andalannya ialah kopi. Selain dari aroma dan rasa yang ditawarkan, ternyata minuman hitam ini punya pengaruh juga untuk tubuh kita. Mari simak sedikit penjelasannya berikut!

 

Biji dari tanaman bergenus Coffea ini dipanggang lalu diproses hingga sampai ke cangkir kita dalam bentuk minuman kopi. Pemrosesan biji kopi ini pertama kalinya dikembangkan di salah satu daerah di sekitar Yaman dan Ethiopia sekitar akhir abad ke-14 lalu [1]. Ternyata kandungan gizi yang ada di dalam minuman hitam ini juga cukup banyak. Beberapa kandungannya antara lain vitamin B3magnesium dan kalium. [2] Selain itu, di dalam kopi juga banyak ditemukan senyawa bioaktif, senyawa kimia dalam jumlah sedikit yang bekerja mempengaruhi fisiologis tubuh dan aktivitas sel kita [3]; antara lain kafein, senyawa polifenol, kafestol, dan kahweol [4]. Kafein bekerja meningkatkan detak jantung dan tekanan darah kita dengan cara mengaktifkan reseptor adenosin di sel otot jantung serta mempengaruhi sistem saraf pusat kita [4]. Senyawa polifenol di kopi, contohnya asam klorogenik, diketahui berperan sebagai antioksidan serta mengurangi risiko penyakit jantung, Alzheimer serta diabetes tipe 2 [5]. Sedangkan kafestol dan kahweol, diketahui memiliki hubungan dalam peningkatan kadar total kolesterol, LDL dan trigliserida [4].

 

EFSA [6] menyarankan untuk mengonsumsi kafein tidak lebih dari 400 mg per hari (kurang lebih setara dengan empat cangkir kopi). Apabila berlebihan mengonsumsinya, bisa jadi akan terkena efek samping jangka pendek seperti kesulitan tidur, gelisah, hingga perubahan perilaku. Tak lupa pula, bahan tambahan di kopi seperti gula pasir serta susu krim tentu akan mempengaruhi kesehatan kita juga bila terlalu sering mengonsumsinya. Mari bijak menikmati seduhan pekat.

Disclaimer: Artikel yang terkandung dalam situs ini disajikan untuk digunakan sebagai informasi tambahan. Artikel di dalam situs zywielab.com ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan perawatan medis profesional atau rekomendasi terhadap suatu individu dari ahli gizi profesional. Artikel yang ada di dalam situs ini tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk diagnosis atau pilihan pengobatan. Semua pengobatan yang anda lakukan harus berdasarkan rekomendasi dari dokter dengan pemeriksaan secara langsung. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain kecuali jika diberikan referensi secara spesifik. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan. Jika Anda menemukan sesuatu yang harus diperbaiki dalam artikel ini, silakan hubungi kontak@zywielab.com

 

Lisensi: Lisensi artikel ini adalah Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan (BY-NC-ND): Pencipta diberi kredit dan hanya karya verbatim saja untuk tujuan nonkomersial saja. Untuk lisensi komersial dan edukasi silahkan menghubungi kami di lisensi@zywielab.com

Referensi

  1. Bioactive compounds in nutrition and health-research methodologies for establishing biological function: the antioxidant and anti-inflammatory effects of flavonoids on atherosclerosis.

Tentang Penulis dan Penyunting

rifqi's picture
Rifqi Ahmad Riyanto S.Si., M.Sc.
ITB - Mikrobiologi, KNRTU - Food Technology
Kazan National Research Technological University, Rusia menjadi tempat menempuh pendidikan magister bagi Rifqi saat ini dalam bidang Teknologi Pangan. Selain aktif dalam bidang sains, saat ini juga aktif sebagai relawan untuk salah satu lembaga non-profit yang bergerak di bidang sosial.
rizal's picture
Dipl-Ing Arradi Nur Rizal M.Sc.
Founder, Reviewer, The Science of Gastronomy
Rizal, sebagai pencetus Zywie laboratorium, walaupun memiliki latar belakang di bidang teknik dan bisnis, mempunyai perhatian lebih terhadap pendidikan kesehatan dan gizi di masyarakat. Perhatian ini muncul ketika Rizal sedang mempelajari "The Science of Gastronomy". Sekarang Rizal sedang bekerja di Lund University, Swedia.