Tips Berbuka Setelah Berpuasa Selama 20 jam

Setelah berpuasa selama kurang lebih 20 jam maka kamu dapat memilih menu makanan yang normal seperti biasanya dan tetap berpedoman pada prinsip gizi seimbang ketika berbuka.

 

Mulailah berbuka dengan satu gelas air putih dan tiga buah kurma, jika kamu tidak memiliki kurma dapat diganti dengan satu buah pisang ukuran sedang. Hal ini bertujuan untuk segera memberikan cairan dan energi yang hilang pada saat puasa. Dianjurkan untuk tidak segera mengkonsumsi makanan utama pada saat berbuka. Kamu dapat makan beberapa saat setelah berbuka atau setelah ibadah shalat magrib karena tubuh kita memerlukan waktu beradaptasi untuk memulai proses metabolik. [1]

 

Makanan pokok dapat berupa sumber karbohidrat rendah serat seperti nasi putih atau kentang. Lauk pauk dapat berasal dari daging ayam atau ikan segar yang mengandung protein dan rendah lemak, satu porsi ikan segar seberat 40 gr atau setara dengan satu potong sedang daging ayam (40 gr). Untuk sayur dan buah kamu bisa memilih yang berwarna, sayuran seperti wortel dan buah semangka. Minum air putih 2-3 gelas setelah makan. [2]

 

Di sela-sela Ibadah malam kamu dapat konsumsi makanan ringan dengan porsi kecil seperti puding dan buah-buahan dengan tujuan meningkatkan daya tahan tubuh. Kamu sebaiknya mencukupi kebutuhan cairan dengan meminum air putih dua sampai empat gelas di antara berbuka dan sahur. [2] Jangan lupa selama berpuasa tetaplah lakukan aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki. Hal ini dapat membuat kamu tetap bugar. [3]

 

Wah, ternyata terdapat perbedaan tips antara pilihan makanan untuk berbuka dan untuk sahur. Semoga selalu semangat dan tetap sehat. Happy fasting!

Disclaimer: Artikel yang terkandung dalam situs ini disajikan untuk digunakan sebagai informasi tambahan. Artikel di dalam situs zywielab.com ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan perawatan medis profesional atau rekomendasi terhadap suatu individu dari ahli gizi profesional. Artikel yang ada di dalam situs ini tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk diagnosis atau pilihan pengobatan. Semua pengobatan yang anda lakukan harus berdasarkan rekomendasi dari dokter dengan pemeriksaan secara langsung. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain kecuali jika diberikan referensi secara spesifik. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan. Jika Anda menemukan sesuatu yang harus diperbaiki dalam artikel ini, silakan hubungi kontak@zywielab.com

 

Lisensi: Lisensi artikel ini adalah Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan (BY-NC-ND): Pencipta diberi kredit dan hanya karya verbatim saja untuk tujuan nonkomersial saja. Untuk lisensi komersial dan edukasi silahkan menghubungi kami di lisensi@zywielab.com

Referensi

Tentang Penulis dan Penyunting

anca's picture
Muh. Nur Hasan Syah S.Gz., M.Kes.
UNHAS, Gizi Masyarakat dan Kebijakan Gizi, Dosen, Peneliti
Muh. Nur Hasan Syah yang memiliki nama panggilan Anca merupakan dosen dan peneliti di salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Indonesia. Sebelumnya di Tahun 2010 dia telah menamatkan program sarjana dan masternya dengan latar belakang keilmuan pada bidang gizi di Universitas Hasanuddin, Makassar. Anca mengkhususkan fokus studinya pada gizi masyarakat dan kebijakan gizi.
asna's picture
A. F. Asna S.Gz., M.P.H.
UGM, Gizi, Ilmu Kesehatan Masyarakat
Asna merupakan lulusan S1 Gizi dari Universitas Gadjah Mada dan melanjutkan pendidikan S2 Gizi Masyarakat ditempat yang sama. Asna saat ini bekerja menjadi seorang tenaga pendidik di salah satu Perguruan Tinggi swasta di Bekasi, Jawa Barat.
afina's picture
Afina Nuur F. M. S.Si., M.Sc.
ITB - Mikrobiologi, Lund University - Food Technology and Nutrition
Afina menyelesaikan studi magister di Lund University, Swedia tahun 2016 dengan jurusan Food Technology and Nutrition. Sebelumnya di tahun 2013 ia mendapatkan gelar sarjana pada bidang Mikrobiologi, Institut Teknologi Bandung. Kedua background keilmuan tersebut membuatnya tertarik untuk mempelajari lebih lanjut mengenai proses fermentasi makanan dan food safety.
rizal's picture
Dipl-Ing Arradi Nur Rizal M.Sc.
Founder, Reviewer, The Science of Gastronomy
Rizal, sebagai pencetus Zywie laboratorium, walaupun memiliki latar belakang di bidang teknik dan bisnis, mempunyai perhatian lebih terhadap pendidikan kesehatan dan gizi di masyarakat. Perhatian ini muncul ketika Rizal sedang mempelajari "The Science of Gastronomy". Sekarang Rizal sedang bekerja di Lund University, Swedia.