Uniknya Vitamin B12

Halo semua! Kalau di artikel sebelumnya sudah sempat disebutkan jenis-jenis vitamin B kompleks. Kali ini Zywie akan mengupas secara mendalam mengenai Vitamin B12, vitamin yang paling terakhir ditemukan dan yang memiliki struktur paling kompleks [5,8]. Vitamin B12 memiliki keunikan sendiri dibandingkan vitamin B lainnya, Apa keunikannya?

 

Uniknya, biosintesis vitamin B12 hanya bisa dilakukan oleh beberapa bakteria dan archaea [5]. Walaupun mamalia (termasuk manusia), hewan lain dan protista membutuhkan vitamin B12, kelompok ini tidak mampu mensintesis vitamin B12 [5]. Sehingga, makanan yang mengandung vitamin B12 adalah makanan yang difermentasi atau terkontaminasi oleh bakteria-bakteria tersebut. Sumber makanan lain yang mengandung vitamin B12 adalah daging dari hewan yang diberi suplemen vitamin B12 atau yang memiliki bakteri penghasil vitamin B12 di dalam sistem pencernaan hewan-hewan tersebut. Sayangnya, mikroflora di pencernaan manusia tidak mampu menghasilkan vitamin B12, sehingga manusia mendapatkan vitamin B12 dari mengkonsumsi sumber makanan hewani seperti daging, telur, produk susu atau suplemen. Serangga seperti rayap juga mengandung vitamin B12 karena memiliki bakteria penghasil vitamin B12 di dalam sistem pencernaannya [9], tetapi apakah kamu tertarik mengkonsumsi rayap?

 

Karena manusia memenuhi sebagian besar asupan vitamin B12 dari sumber hewani, vegan dan vegetarian merupakan kelompok yang rentan kekurangan vitamin B12. Padahal vitamin B12 dibutuhkan dalam jumlah yang sangat sedikit, hanya 2.4 µg/hari (the Institute of Medicine, 1998). Jumlah ini merupakan kebutuhan paling sedikit diantara nutrien esensial lainnya. Resiko untuk keracunan vitamin B12 sangat rendah, sehingga batas maksimum konsumsi vitamin B12 sampai saat ini belum ditetapkan [1]. Jadi konsumsilah sumber hewani (Tabel 1) secukupnya untuk memenuhi kebutuhan vitamin B12 kalian.

 

Tabel 1. Makanan yang mengandung Vitamin B12 [2,3,4,7]

Jenis Makanan

B12 (µg/100g)

Jenis Makanan

B12 (µg/100g)

Hati sapi

83.10a

Telur

1.29a

Sapi cincang

2.56a

Kerang

96.60a

Daging domba

3.03a

Tiram

18.70a

Daging kambing

1.19a

Ikan herring

9.62a

Daging babi

0.75a

Ikan tuna (kaleng)

2.99a

Daging kelinci

8.30a

Telur ikan

10.00a

Daging kalkun

0.37a

Gurita

36.00a

Daging ayam

0.22a

Ikan bilis (Anchovy)

17.12a

Daging bebek

0.30a

Tempe

0.18-6.30a,c

Susu sapi (1% lemak)

0.44a

Saus ikan1

1.90c

Cow milk (whole)

0.20-0.79a

Rumput laut/Nori

55.3-71.3b,c

Cow milk (evaporated)

0.25a

Rumput laut, mentah

84.7a,c

Cheese (cheddar)

2.93a

Tablet chlorella

200b,c

a Jumlah vitamin B12 dalam µg/100g berat segar

b Jumlah vitamin B12 dalam µg/100g berat kering

c Dilaporkan mengandung analog vitamin B12

Disclaimer: Artikel yang terkandung dalam situs ini disajikan untuk digunakan sebagai informasi tambahan. Artikel di dalam situs zywielab.com ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan perawatan medis profesional atau rekomendasi terhadap suatu individu dari ahli gizi profesional. Artikel yang ada di dalam situs ini tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk diagnosis atau pilihan pengobatan. Semua pengobatan yang anda lakukan harus berdasarkan rekomendasi dari dokter dengan pemeriksaan secara langsung. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain kecuali jika diberikan referensi secara spesifik. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan. Jika Anda menemukan sesuatu yang harus diperbaiki dalam artikel ini, silakan hubungi kontak@zywielab.com

 

Lisensi: Lisensi artikel ini adalah Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan (BY-NC-ND): Pencipta diberi kredit dan hanya karya verbatim saja untuk tujuan nonkomersial saja. Untuk lisensi komersial dan edukasi silahkan menghubungi kami di lisensi@zywielab.com

Referensi

  1. Discovery of Novel Sources of Vitamin B12 in Traditional Korean Foods from Nutritional Surveys of Centenarians

Tentang Penulis dan Penyunting

Tessa A. S. B.AS., M.Sc.
Haagse Hogeschool - Process and Food Technology, University of Helsinki - Food Science, Restauranter
Memiliki passion di bidang pangan yang tertanam sejak dini karena usaha rumah makan milik keluarganya. Tahun 2007, hijrah ke Den Haag, Belanda untuk meraih gelar sarjana di bidang Process and Food Technology (Haagse Hogeschool). Melanjutkan magisternya di bidang Food Science di University of Helsinki, Finlandia. Sejak Februari 2014, Tessa kembali ke tanah air untuk mengembangkan bisnis rumah...
Dipl-Ing Arradi Nur Rizal M.Sc.
Founder, Reviewer, The Science of Gastronomy
Rizal, sebagai pencetus Zywie laboratorium, walaupun memiliki latar belakang di bidang teknik dan bisnis, mempunyai perhatian lebih terhadap pendidikan kesehatan dan gizi di masyarakat. Perhatian ini muncul ketika Rizal sedang mempelajari "The Science of Gastronomy". Sekarang Rizal sedang bekerja di Lund University, Swedia.