Vitamin B12: How It's Made

Bagaimana sih vitamin B12 dibuat? Apakah struktur vitamin B12 dalam bentuk pil sama dengan struktur vitamin B12 di makanan? Penasaran kan, oleh karena itu Zywie akan membahas lebih lanjut mengenai produksi vitamin B12.

 

Jenis-jenis vitamin B12 (kobalamin) dibedakan oleh jenis rantai kimia (disebut ligand atas) yang membentuk keseluruhan struktur vitamin B12. Di dalam sistem biologi, bentuk vitamin B12 yang paling umum adalah adenosylcobalamin (AdoCbl, ligand atas: adenosyl) atau methylcobalamin (MeCbl, ligand atas: methyl). Selain itu, ligand atas bisa juga disubstitusikan dengan ion hydroxyl, molekul air, atau grup sianida, membentuk hydroxycobalamin, aquocobalamin dan cyanocobalamin (CNCbl). Karena MeCbl dan AdoCbl sensitif terhadap cahaya yang berakibat degradasi fotokimia [4], industri farmasi memproduksi vitamin B12 dalam bentuk CNCbl; bentuk vitamin B12 yang lebih stabil dengan penambahan sianida.

 

Gambar 1. Struktur Kobalamin

 

Vitamin B12 bisa dihasilkan melalui dua cara, sintesis kimia, dan fermentasi mikrobial. Walaupun Woodward [8] dan Eschenmoser [2] berhasil melakukan sintesis kimia vitamin B12, prosesnya membutuhkan 70 step reaksi yang amat sangat kompleks, tidak efisien dan sangat mahal. Sehingga, secara komersial, vitamin B12 dihasilkan melalui proses fermentasi dengan memanfaatkan bakteria-bakteria penghasil vitamin B12 [9].

 

Tiga spesies bakteria yang sering digunakan dalam produksi komersial vitamin B12 adalah Bacillus megaterium, Pseudomonas denitrificans, dan Propionibacterium [1, 3, 6]. Karena Propionibacterium memiliki status GRAS (generally recognized as safe) oleh United States Food and Drug Administration, food-grade, dan tidak menghasilkan endotoksin atau eksotoksin, fermentasi vitamin B12 oleh strain-strain Propionibacterium bisa langsung dihasilkan di media pangan tanpa harus diolah lebih lanjut.

 

Saat ini, untuk meningkatkan nilai ekonomis dan kualitas dari vitamin B12, produksi vitamin B12 menggunakan mikroorganisme yang dimodifikasi secara genetik (Genetically Modified Organisms) melalui mutagenesis acak dan genetic engineering [5]. Proses pengolahan vitamin B12 setelah fermentasi dapat dideskripsikan di Gambar 2.

 

Diagram B12

Gambar 2. Diagram Proses Pengolahan Vitamin B12 [6]​

Disclaimer: Artikel yang terkandung dalam situs ini disajikan untuk digunakan sebagai informasi tambahan. Artikel di dalam situs zywielab.com ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan perawatan medis profesional atau rekomendasi terhadap suatu individu dari ahli gizi profesional. Artikel yang ada di dalam situs ini tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk diagnosis atau pilihan pengobatan. Semua pengobatan yang anda lakukan harus berdasarkan rekomendasi dari dokter dengan pemeriksaan secara langsung. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain kecuali jika diberikan referensi secara spesifik. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan. Jika Anda menemukan sesuatu yang harus diperbaiki dalam artikel ini, silakan hubungi kontak@zywielab.com

 

Lisensi: Lisensi artikel ini adalah Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan (BY-NC-ND): Pencipta diberi kredit dan hanya karya verbatim saja untuk tujuan nonkomersial saja. Untuk lisensi komersial dan edukasi silahkan menghubungi kami di lisensi@zywielab.com

Referensi

Tentang Penulis dan Penyunting

Tessa A. S. B.AS., M.Sc.
Haagse Hogeschool - Process and Food Technology, University of Helsinki - Food Science, Restauranter
Memiliki passion di bidang pangan yang tertanam sejak dini karena usaha rumah makan milik keluarganya. Tahun 2007, hijrah ke Den Haag, Belanda untuk meraih gelar sarjana di bidang Process and Food Technology (Haagse Hogeschool). Melanjutkan magisternya di bidang Food Science di University of Helsinki, Finlandia. Sejak Februari 2014, Tessa kembali ke tanah air untuk mengembangkan bisnis rumah...
Dipl-Ing Arradi Nur Rizal M.Sc.
Founder, Reviewer, The Science of Gastronomy
Rizal, sebagai pencetus Zywie laboratorium, walaupun memiliki latar belakang di bidang teknik dan bisnis, mempunyai perhatian lebih terhadap pendidikan kesehatan dan gizi di masyarakat. Perhatian ini muncul ketika Rizal sedang mempelajari "The Science of Gastronomy". Sekarang Rizal sedang bekerja di Lund University, Swedia.