Vitamin B7 Sebagai Terapi Pengendali Diabetes

Diabetes Kit

Vitamin B7 atau biasa dikenal dengan nama biotin memang sudah lama ditemukan. Sayangnya, belum banyak orang yang mengetahui manfaatnya bagi kesehatan. Padahal vitamin B7 banyak manfaatnya lho. Contohnya untuk mencegah kuku mengelupas dan menjaga kelembapan kulit, termasuk kulit kepala seperti yang di bahas di artikel sebelumnya.  Nah di artikel ini, Zywielab akan membahas hubungan vitamin B7 dengan kadar gula darah  dan kaitannya dengan penyakit Diabetes Mellitus tipe 2, atau biasa disebut diabetes saja atau kencing manis. Yuk kita baca bareng! 

 

Apa sih diabetes ?

 
Sebelum membahas hubungan antara vitamin B7 dengan diabetes, ada baiknya kita pahami dulu apa itu diabetes. Diabetes adalah penyakit dimana kadar gula (glukosa) dalam darah selalu berada di atas normal dalam jangka waktu yang lama. Biasanya, pada keadaan normal kadar gula darah puasa normal kurang dari 126 mg/dl dan kadar gula darah post-prandial (2 jam setelah makan) normal kurang dari 200 mg/dl [1]. Pada penderita tahap awal, perkembangan penyakit ini ditandai dengan seringnya buang air kecil, sering haus dan cepat lapar [2]. Jika tidak segera ditangani, penyakit ini dapat menyebabkan terjadinya berbagai  komplikasi seperti penyakit jantung, kebutaan, stroke, gagal ginjal  bahkan kematian [2].  

 

Penyakit diabetes dapat dibagi menjadi dua tipe, yaitu  tipe-1 dan tipe-2 [2]. Pada diabetes tipe-1, pankreas tidak dapat memproduksi insulin sehingga penderita membutuhkan suntikan insulin secara rutin. Insulin adalah hormon yang berperan untuk meningkatkan penyerapan glukosa dari darah ke sel-sel otot, adiposa, dan hati untuk diubah menjadi glikogen, lemak, atau keduanya. Tidak adanya insulin menyebabkan glukosa tidak dapat diserap dari darah sehingga kadar gula darah selalu tinggi. Pada diabetes tipe-2, tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif. Sekitar 90% penderita diabetes di seluruh dunia menderita penyakit diabetes tipe-2 ini, dan biasanya terjadi karena kelebihan berat badan atau kurangnya aktifitas fisik [3]. 

 

Hubungannya Vitamin B7 dengan Diabetes

 

Vitamin B7 adalah vitamin yang larut dalam air dan berperan sebagai koenzim pada enzim-enzim karboksilase (enzim yang mengkatalisis penambahan gugus karboksil (-COOH) pada senyawa substratnya) [4]. Vitamin ini berperan pada proses metabolisme karbohidrat, lemak dan asam amino (komponen pembentuk protein). Oleh karena itu, kekurangan vitamin ini dapat mengurangi efisiensi kerja enzim-enzim karboksilase sehingga dapat mempengaruhi proses-proses metabolisme yang terjadi di dalam tubuh.  

 

Selain peran yang telah disebutkan di atas, vitamin B7 juga dapat mempengaruhi ekspresi gen di dalam tubuh. Berdasarkan hasil penelitian, lebih dari seribu gen dapat dimodifikasi ekspresinya dengan penambahan vitamin ini [5], [6]. Beberapa gen yang berperan dalam menjaga keseimbangan kadar gula darah (seperti gen glukokinase hati dan reseptor insulin) akan mengalami peningkatan ekspresi dengan penambahan asupan vitamin B7 [7], [8]. Selain itu, penggunaan  vitamin ini juga akan meningkatkan pengeluaran  insulin yang sebanding dengan kadar glukosa dalam darah [9]. Artinya, semakin besar kadar glukosa dalam darah, semakin tinggi kadar insulin yang akan dikeluarkan . Oleh karena itu, konsumsi  vitamin B7 dapat menurunkan kadar gula darah dan mencegah manifestasi diabetes pada manusia [8], walaupun tidak semua hasil riset menunjukkan efek ini [10]. Penelitian lain di Iran membuktikan bahwa penderita diabetes yang memperoleh  vitamin B7 sejumlah 40 mcg/kg berat badan per hari selama 3 bulan dapat menurunkan kadar gula darah puasa dari 276 mg/dl menjadi  226 mg/dl [11]. Karena bukti-bukti ilmiah tersebut, saat ini telah dikembangkan obat pengontrol diabetes  yang mengandung biotin 40-166 kali lipat dari jumlah yang dianjurkan [12].  

 

Seperti telah disebutkan di atas, diabetes dapat menyebabkan terjadinya komplikasi, salah satunya adalah komplikasi pada pembuluh darah. Komplikasi jenis ini dibagi menjadi dua, yaitu diabetes retinopati dan diabetes neuropati. Diabetes retinopati merupakan komplikasi pada pembuluh darah mata yang dapat menyebabkan kebutaan [13]. Sedangkan, diabetes neuropati merupakan komplikasi pada pembuluh darah tangan dan kaki yang menyebabkan rasa linu, kebas, dan kesemutan [14]. Kondisi ini terjadi pada 60% penderita diabetes dengan ciri – ciri bercak pada tangan dan kaki serta rasa nyeri pada tulang [14]. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan   vitamin B7 dosis tinggi (9 mg/hari) dapat mengurangi bercak di kulit dan rasa sakit pada tulang [15]. 

 

Jadi Vitamin B7 bisa Mencegah Diabetes ?

 

Dari fakta-fakta di atas, dapat disimpulkan bahwa penggunaan  vitamin B7 dapat  mencegah komplikasi  diabetes. Tetapi penelitian mendalam masih harus terus dilakukan untuk mendapatkan hasil yang optimal . Selain itu, belum diketahui dengan pasti apa saja efek samping dari penggunaan  vitamin B7 dosis tinggi  dalam jangka panjang. Oleh karena itu, tetaplah berhati-hati dan selalu berkonsultasi terlebih dahulu  dengan dokter jika kamu ingin menggunakan   vitamin B7 sebagai terapi tambahan diabetes. 

 

Nah, sekarang kamu percaya kan kalau vitamin B7 sangat bermanfaat bagi tubuh? So, yuk kita mulai makan makanan yang mengandung banyak vitamin ini supaya tidak kekurangan vitamin B7.  Dan ingat, bahwa tubuh kita tidak hanya memerlukan vitamin ini saja, tetapi juga vitamin dan nutrisi lainnya. Jadi, biasakanlah makan dengan memperhatikan keseimbangan gizinya. 

Disclaimer: Artikel yang terkandung dalam situs ini disajikan untuk digunakan sebagai informasi tambahan. Artikel di dalam situs zywielab.com ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan perawatan medis profesional atau rekomendasi terhadap suatu individu dari ahli gizi profesional. Artikel yang ada di dalam situs ini tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk diagnosis atau pilihan pengobatan. Semua pengobatan yang anda lakukan harus berdasarkan rekomendasi dari dokter dengan pemeriksaan secara langsung. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain kecuali jika diberikan referensi secara spesifik. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan. Jika Anda menemukan sesuatu yang harus diperbaiki dalam artikel ini, silakan hubungi kontak@zywielab.com

 

Lisensi: Lisensi artikel ini adalah Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan (BY-NC-ND): Pencipta diberi kredit dan hanya karya verbatim saja untuk tujuan nonkomersial saja. Untuk lisensi komersial dan edukasi silahkan menghubungi kami di lisensi@zywielab.com

Referensi

  1. Definition, diagnosis and classification of diabetes mellitus and its complications : report of a WHO consultation. Part 1, Diagnosis and classification of diabetes mellitus

  2. High-Throughput Immunoblotting Identifies Biotin-Dependent Signaling Proteins in HepG2 Hepatocarcinoma Cells

  3. Transcriptional regulation of the glucokinase gene by biotin in starved rats.

  4. Characteristics of the Biotin Enhancement of Glucose-induced Insulin Release in Pancreatic Islets of the Rat

    SONE H, ITO M, SHIMIZU M, SASAKI Y, KOMAI M, FURUKAWA Y. Characteristics of the Biotin Enhancement of Glucose-induced Insulin Release in Pancreatic Islets of the Rat. Bioscience, Biotechnology, and BiochemistryBioscience, Biotechnology, and Biochemistry [Internet]. Taylor & Francis; 2000;64(3):550 - 554. http://dx.doi.org/10.1271/bbb.64.550
  5. Effects of biotin on pyruvate carboxylase, acetyl-CoA carboxylase, propionyl-CoA carboxylase, and markers for glucose and lipid homeostasis in type 2 diabetic patients and nondiabetic subjects

  6. Survey of the Effect of Biotin on Glycemic Control and Plasma Lipid Concentrations in Type 1 Diabetic Patients in Kermanshah in Iran (2008-2009)

  7. The Effect of Chromium Picolinate and Biotin Supplementation on Glycemic Control in Poorly Controlled Patients with Type 2 Diabetes Mellitus: A Placebo-Controlled, Double-Blinded, Randomized Trial

Tentang Penulis dan Penyunting

audy's picture
Ruth A. A. S.Gz, M.P.H. (c)
Gizi Kesehatan, Ilmu Kesehatan Masyarakat
Memiliki passion dalam hal kegiatan lapangan dan berinteraksi dengan masyarakat, menjadi alasan kuat baginya untuk terus menambah ilmu dan pengetahuan. Setelah mengantongi gelar sarjana gizi dari fakultas kedokteran UGM di tahun 2015, ia langsung mengambil jurusan yang sama dan masih di kampus yang sama. Kini ia sedang menyusun tesisnya di bidang gizi dan perkembangan anak. Selain itu, dia juga...
basuki's picture
dr. T.R. Basuki M.D., M.P.H., Ph.D
Reviewer, Medical Doctor, Master - Public Health, PhD - Fetal Medicine, Barcelona University, Lund University
Dr. Basuki menyelesaikan pendidikan S3 (PhD) di Barcelona Spanyol dan Lund Swedia. Topik S3 Dr. Basuki adalah Fetal Medicine yang merupakan program bersama Barcelona University dan Lund University. Sebelumnya Dr. Basuki juga menempuh pendidikan S2 di bidang Public Health di 3 universitas di eropa dengan beasiswa Erasmus Mundus.
keni's picture
Keni Vidilaseris, PhD
ITB-Kimia, Biokimia; PhD- Biologi struktural, Vienna University
Keni adalah seorang peneliti di Departemen Biokimia, Universitas Helsinki, Finlandia sejak tahun 2014. Fokus penelitiannya adalah penentuan struktur protein membran dari parasit penyebab malaria, toksoplasmosis, dan juga sleeping sickness sebagai target pengobatan. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana dan masternya dari program studi Kimia di Institut Teknologi Bandung. Pendidikan Doktoralnya ia...
rizal's picture
Dipl-Ing Arradi Nur Rizal M.Sc.
Founder, Reviewer, The Science of Gastronomy
Rizal, sebagai pencetus Zywie laboratorium, walaupun memiliki latar belakang di bidang teknik dan bisnis, mempunyai perhatian lebih terhadap pendidikan kesehatan dan gizi di masyarakat. Perhatian ini muncul ketika Rizal sedang mempelajari "The Science of Gastronomy". Sekarang Rizal sedang bekerja di Lund University, Swedia.