Vitamin H untuk Rambut dan Kulit (Haar und Haut) Kita

Biotin, Vitamin B7

Sebagian besar dari kita masih merasa asing dengan vitamin H. Ada juga yang bertanya – tanya, kalau vitamin A, vitamin D, vitamin E, dan vitamin K larut dalam lemak, dan vitamin B serta vitamin C larut dalam air, vitamin H larut dalam apa? Sebagian lagi mungkin merasa kalau vitamin H hanyalah rekayasa industri farmasi dalam pemasaran produk suplemen mereka. Daripada kita capek berasumsi, simak dulu deh ulasan tentang vitamin H berikut ini.

 

Vitamin H pertama kali ditemukan oleh Vincent du Vigneaud pada tahun 1942 [1]. Selain disebut sebagai vitamin H, senyawa kimia ini dikenal dengan nama biotin, vitamin B7, dan koenzim R. Nama vitamin H muncul dari Bahasa Jerman, “Haar und Haut”, yang berarti “rambut dan kulit” [2]. Hal ini untuk menunjukkan manfaat terbesar dari mengkonsumsi vitamin H. Setelah diteliti lebih lanjut, ternyata vitamin H memiliki struktur kimia menyerupai senyawa vitamin B lainnya. Sehingga biotin diklasifikasikan sebagai vitamin B7 dan merupakan vitamin larut air.

 

Biotin (vitamin B7) merupakan komponen enzim yang bermanfaat untuk memecah lemak dan karbohidrat menjadi energi dan senyawa lain yang diperlukan tubuh.  Di sisi lain, kulit adalah jaringan penyimpan lemak terbesar di tubuh kita. Rendahnya jumlah asam lemak di kulit menyebabkan sel kulit menjadi kering dan mudah mengelupas [2]. Sedangkan kadar minyak yang cukup pada rambut membantu menjaga kelembapan dan kekuatan akar rambut. Bahkan, sebuah penelitian di Amerika membuktikan bahwa mengkonsumsi suplemen biotin (vitamin B7) rutin selama 3 bulan dapat menambah jumlah rambut [3]. Selain itu, biotin (vitamin B7)  juga membantu menjaga kadar gula darah kita  tetap normal [4].

 

Ciri – ciri kekurangan biotin adalah kulit yang berwarna kemerahan dan kasar di sekitar wajah, rambut mudah rontok dan cepat beruban, mudah lelah  dan kram, sering kesemutan, dan peningkatan kadar kolesterol darah [2]. Untuk mencegah kekurangan biotin, pastikan angka kecukupan biotin (vitamin B7)  kita terpenuhi ya! Silakan cek AKG terbaru di sini.

 

Biotin (vitamin B7) banyak terdapat dalam putih telur matang. Putih telur mentah mengandung avidin yang mengikat biotin (vitamin B7). Avidin adalah senyawa glikoprotein yang kebal terhadap enzim dalam tubuh. Hal ini menyebabkan putih telur tidak dapat dicerna tubuh dalam kondisi mentah. Proses pemasakan menyebabkan ikatan tersebut putus dan biotin (vitamin B7)  dapat diserap dengan baik [5]. Selain itu, biotin (vitamin B7)  juga terdapat di kacang tanah, pisang, jamur,bunga kol, dan semangka [2]. Ayo konsumsi biotin (vitamin B7) dari sekarang untuk rambut dan kulit menawan seperti iklan TV! Hehe..

 

Oh iya, ada ulasan lain tentang biotin juga lho di artikel ini. Masih belum puas? Sekalian baca artikel ini juga deh biar pengetahuanmu tentang vitamin makin komplit!

Disclaimer: Artikel yang terkandung dalam situs ini disajikan untuk digunakan sebagai informasi tambahan. Artikel di dalam situs zywielab.com ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan perawatan medis profesional atau rekomendasi terhadap suatu individu dari ahli gizi profesional. Artikel yang ada di dalam situs ini tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk diagnosis atau pilihan pengobatan. Semua pengobatan yang anda lakukan harus berdasarkan rekomendasi dari dokter dengan pemeriksaan secara langsung. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain kecuali jika diberikan referensi secara spesifik. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan. Jika Anda menemukan sesuatu yang harus diperbaiki dalam artikel ini, silakan hubungi kontak@zywielab.com

 

Lisensi: Lisensi artikel ini adalah Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan (BY-NC-ND): Pencipta diberi kredit dan hanya karya verbatim saja untuk tujuan nonkomersial saja. Untuk lisensi komersial dan edukasi silahkan menghubungi kami di lisensi@zywielab.com

Referensi

Tentang Penulis dan Penyunting

Ruth A. A. S.Gz, M.P.H. (c)
Gizi Kesehatan, Ilmu Kesehatan Masyarakat
Memiliki passion dalam hal kegiatan lapangan dan berinteraksi dengan masyarakat, menjadi alasan kuat baginya untuk terus menambah ilmu dan pengetahuan. Setelah mengantongi gelar sarjana gizi dari fakultas kedokteran UGM di tahun 2015, ia langsung mengambil jurusan yang sama dan masih di kampus yang sama. Kini ia sedang menyusun tesisnya di bidang gizi dan perkembangan anak. Selain itu, dia juga...
Dipl-Ing Arradi Nur Rizal M.Sc.
Founder, Reviewer, The Science of Gastronomy
Rizal, sebagai pencetus Zywie laboratorium, walaupun memiliki latar belakang di bidang teknik dan bisnis, mempunyai perhatian lebih terhadap pendidikan kesehatan dan gizi di masyarakat. Perhatian ini muncul ketika Rizal sedang mempelajari "The Science of Gastronomy". Sekarang Rizal sedang bekerja di Lund University, Swedia.