Wortel bagus untuk mata?

Benarkah wortel baik untuk mata ?

Pernah dengar rabun ayam atau rabun senja? Bagi yang tidak tahu, rabun senja adalah penyakit mata dimana penderita mengalami kesulitan melihat dalam keadaan remang-remang atau sedikit cahaya. Penyakit ini biasanya terjadi karena kekurangan vitamin A. Menurut WHO (World Health Organization), secara global sekitar 5,2 juta anak di bawah umur 5 tahun dan 9,8 juta ibu hamil mengalami rabun senja akibat kekurangan vitamin A [1]. Selain itu, pada tahun 2004 diperkirakan kekurangan Vitamin A juga bertanggung jawab atas kematian sekitar 700 ribu anak dibawah umur 5 tahun [2]. Mungkin kamu pernah dengar kalau wortel bagus untuk mata dan dapat mengobati rabun senja. Tapi, benarkah demikian? 

 

 

Pada artikel sebelumnya, dibahas mengenai pengubahan β-karotena (provitamin A) dari wortel menjadi vitamin A di dinding bagian dalam usus halus. Dari sana kamu tahu bahwa wortel dan sayuran lainnya merupakan sumber vitamin A. Tapi ternyata, kamu tidak bisa hanya bergantung pada sayuran saja sebagai sumber vitamin A. Kenapa? Karena proses pembentukan vitamin A dari provitamin A yang berasal dari sayuran tidaklah efisien (lihat artikel sebelumnya untuk lebih jelas) [3].

 

Selain dari sayuran, vitamin A dapat juga diperoleh dari produk hewani seperti hati, susu, keju, telur, dan ikan tuna [4]. Menariknya, vitamin A yang berasal dari produk hewani telah tersedia dalam bentuk vitamin A langsung (retinol, retinal, asam retanoat, dan retinil ester), tidak seperti dari tumbuhan yang biasanya berbentuk provitamin A. Selain itu, vitamin A dari produk hewani dapat diserap lebih efektif di usus halus dibandingkan provitamin A dari tumbuhan [4]. 

 

Nah, sekarang pertanyaannya, apa hubungan antara vitamin A dengan mata?

 

Gambar 1. Sel batang dan sel kerucut pada retina mata
Keni Vidilaseris
Creative Common

Gambar 1. Sel batang dan sel kerucut pada retina mata, by Keni Vidilaseris

 

Ketika kamu melihat, cahaya yang memasuki bola matamu difokuskan lensa mata pada retina yang terdiri dari neuron-neuron (sel saraf dan cabang-cabang halusnya) sensitif cahaya (Gambar 1). Neuron pada retina tersebut terdiri dari dua jenis, yaitu sel batang (warna oranye pada Gambar 1) dan sel kerucut (warna pink pada Gambar 1) [6]. Sel batang berperan untuk mengindera pada kondisi kurang cahaya (remang-remang) sedangkan sel kerucut berperan untuk mengindera pada kondisi terang. Jadi, sel batang lebih sensitif cahaya dari pada sel kerucut. Kedua jenis sel-sel pembawa sinyal cahaya tersebut terinterkoneksi satu sama lain, mengubah sinyal cahaya menjadi sinyal elektrik, dan menggabungkannya untuk kemudian disampaikan ke otak untuk diinterpretasikan.

 

Pada sel batang terdapat protein yang berperan untuk menangkap cahaya yang bernama rhodopsin, suatu protein membran (protein yang tertanam pada membran; biasanya berfungsi sebagai pintu masuk/keluar zat-zat atau sebagai penerima sinyal) [6]. Untuk berfungsi sebagai penangkap cahaya, rhodopsin berikatan dengan 11-cis-retinal (bentuk lain vitamin A) [7]. Ketika cahaya mengenai protein ini, energi cahaya tersebut mengubah struktur kimia 11-cis-retinal menjadi all-trans-retinal (bentuk vitamin A hasil pemecahan β-karotena di usus halus). Hal ini menyebabkan terjadinya sedikit perubahan struktur rhodopsin sehingga memulai efek domino proses penyampaian sinyal dari mata ke sistem saraf sampai ke otak untuk diterjemahkan. 

 

Jika kamu kekurangan vitamin A, maka protein rhodopsin tidak akan berfungsi dengan baik untuk menangkap cahaya. Oleh sebab itu, karena rhodopsin terdapat pada sel batang, dan sel batang berperan untuk melihat dalam kondisi remang-remang, maka kekurangan vitamin A menyebabkan kamu tidak bisa melihat pada kondisi tersebut. Jadilah kamu mengalami rabun senja. Untungnya, penyakit ini dapat diobati dengan mengkonsumsi makanan mengandung vitamin A [8]. Akan tetapi jika tidak segera ditangani, penyakit ini dapat menyebabkan kebutaan permanen [8]. Karena tubuh kita tidak bisa membuat vitamin A sendiri, mau tidak mau kebutuhannya harus dipenuhi dari makanan.

 

Jadi kesimpulannya, wortel memang bagus untuk mata karena mengandung provitamin A sehingga mengonsumsi sayuran ini dapat mengurangi resiko terjadinya rabun senja. Akan tetapi, jangan hanya bergantung pada sumber vitamin A dari sayuran saja karena efektivitas penyerapannya oleh tubuh rendah [3]. Sebaiknya diimbangi juga dengan konsumsi produk hewani kaya vitamin A karena penyerapannya lebih efektif, apalagi bagi orang yang sudah mengalami kekurangan vitamin ini [4].

Disclaimer: Artikel yang terkandung dalam situs ini disajikan untuk digunakan sebagai informasi tambahan. Artikel di dalam situs zywielab.com ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan perawatan medis profesional atau rekomendasi terhadap suatu individu dari ahli gizi profesional. Artikel yang ada di dalam situs ini tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk diagnosis atau pilihan pengobatan. Semua pengobatan yang anda lakukan harus berdasarkan rekomendasi dari dokter dengan pemeriksaan secara langsung. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain kecuali jika diberikan referensi secara spesifik. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan. Jika Anda menemukan sesuatu yang harus diperbaiki dalam artikel ini, silakan hubungi kontak@zywielab.com

 

Lisensi: Lisensi artikel ini adalah Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan (BY-NC-ND): Pencipta diberi kredit dan hanya karya verbatim saja untuk tujuan nonkomersial saja. Untuk lisensi komersial dan edukasi silahkan menghubungi kami di lisensi@zywielab.com

Referensi

Tentang Penulis dan Penyunting

keni's picture
Keni Vidilaseris, PhD
ITB-Kimia, Biokimia; PhD- Biologi struktural, Vienna University
Keni adalah seorang peneliti di Departemen Biokimia, Universitas Helsinki, Finlandia sejak tahun 2014. Fokus penelitiannya adalah penentuan struktur protein membran dari parasit penyebab malaria, toksoplasmosis, dan juga sleeping sickness sebagai target pengobatan. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana dan masternya dari program studi Kimia di Institut Teknologi Bandung. Pendidikan Doktoralnya ia...
ghina's picture
Ghina S.F. S.E., M.Sc., Cand.Merc.
Aarhus University, Denmark - Business Strategy, Organization, and Leadership
Tertarik di bidang bisnis dan strategi organisasi membawa Ghina mendapatkan beasiswa penuh untuk gelar Master mulai tahun 2014 dari Aarhus University, Denmark. Sebelumnya Ghina mendapatkan gelar strata satu di tahun 2014 di program bisnis manajemen dari Universitas Bakrie dengan beasiswa penuh. Selain belajar bisnis dan manajemen strategi, Ghina memiliki pengalaman bekerja di bidang komunikasi...
rizal's picture
Dipl-Ing Arradi Nur Rizal M.Sc.
Founder, Reviewer, The Science of Gastronomy
Rizal, sebagai pencetus Zywie laboratorium, walaupun memiliki latar belakang di bidang teknik dan bisnis, mempunyai perhatian lebih terhadap pendidikan kesehatan dan gizi di masyarakat. Perhatian ini muncul ketika Rizal sedang mempelajari "The Science of Gastronomy". Sekarang Rizal sedang bekerja di Lund University, Swedia.