Yakin dengan menu makanan dari influencer-mu?

Actors with Food
Jorge Royan
© Jorge Royan / http://www.royan.com.ar, via Wikimedia Commons

Kemudahan mengakses media sosial seperti pedang bermata dua. Kita bisa mendapatkan banyak hal positif yang memberikan manfaat bagi kehidupan kita dan sekitar. Kita juga bisa terpengaruh perihal negatif yang kadang kita tak sadar turut menyebarkannya. Bayangkan saja, 200 juta konten setiap menit lalu-lalang di jagad dunia maya (1). Begitu pula dengan informasi yang berhubungan dengan kesehatan tubuh kita dan keluarga, kadang tanpa sadar kita terpengaruh apa yang terpampang bebas di media sosial.

 

Sebuah penelitian yang baru-baru saja disampaikan di Irlandia (2) menunjukkan bahwa siapa yang kita ikuti di media sosial memberikan pengaruh terhadap apa yang akan kita konsumsi. Biasanya kita sering mengikuti akun artis atau influencer yang terkenal. Terkadang, influencer tersebut berbagi resep makan atau diet yang sedang mereka jalani. Hasilnya, 16% dari responden menyatakan sangat terpengaruh terhadap pilihan makanan orang yang dia ikuti di media sosial, sedangkan 32% dari responden mengaku termotivasi untuk berubah memilih pilihan makanan yang lebih sehat.

 

Sebagian besar influencer tersebut bukan dietisien terkualifikasi ataupun nutrisionis yang terdaftar. Tentu saja hal ini berdampak pada informasi tentang diet dan kesehatan yang kurang benar dari mereka, kecuali mereka mengutip dari sumber terpercaya. Beberapa influencer menyarankan melakukan diet gluten-free, dairy-free atau vegan. Orang awam mungkin akan menganggap beragam macam diet ini sebagai pilihan yang lebih sehat. Namun, ragam diet ini tidak diperlukan kecuali disarankan oleh profesional karena bisa menimbulkan kekurangan gizi pada kategori makanan tertentu yang hilang dalam diet tersebut.

 

Jadi, periksalah kembali hal-hal yang berhubungan dengan kesehatan kita kepada para ahlinya.

Disclaimer: Artikel yang terkandung dalam situs ini disajikan untuk digunakan sebagai informasi tambahan. Artikel di dalam situs zywielab.com ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan perawatan medis profesional atau rekomendasi terhadap suatu individu dari ahli gizi profesional. Artikel yang ada di dalam situs ini tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk diagnosis atau pilihan pengobatan. Semua pengobatan yang anda lakukan harus berdasarkan rekomendasi dari dokter dengan pemeriksaan secara langsung. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain kecuali jika diberikan referensi secara spesifik. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan. Jika Anda menemukan sesuatu yang harus diperbaiki dalam artikel ini, silakan hubungi kontak@zywielab.com

 

Lisensi: Lisensi artikel ini adalah Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan (BY-NC-ND): Pencipta diberi kredit dan hanya karya verbatim saja untuk tujuan nonkomersial saja. Untuk lisensi komersial dan edukasi silahkan menghubungi kami di lisensi@zywielab.com

Referensi

Tentang Penulis dan Penyunting

Rifqi Ahmad Riyanto S.Si., M.Sc.
ITB - Mikrobiologi, KNRTU - Food Technology
Kazan National Research Technological University, Rusia menjadi tempat menempuh pendidikan magister bagi Rifqi saat ini dalam bidang Teknologi Pangan. Selain aktif dalam bidang sains, saat ini juga aktif sebagai relawan untuk salah satu lembaga non-profit yang bergerak di bidang sosial.
Dipl-Ing Arradi Nur Rizal M.Sc.
Founder, Reviewer, The Science of Gastronomy
Rizal, sebagai pencetus Zywie laboratorium, walaupun memiliki latar belakang di bidang teknik dan bisnis, mempunyai perhatian lebih terhadap pendidikan kesehatan dan gizi di masyarakat. Perhatian ini muncul ketika Rizal sedang mempelajari "The Science of Gastronomy". Sekarang Rizal sedang bekerja di Lund University, Swedia.