Yuk Kenali pentingnya vitamin B2!

Vitamin B2
CC BY-SA 3.0 (http://creativecommons.org/licenses/by-sa/3.0), via Wikimedia Commons

Saatnya untuk mengenal Vitamin B2, atau sering disebut juga dengan Riboflavin, adalah salah satu zat yang tergolong dalam Vitamin B. Seperti Vitamin B yang lainnya, riboflavin dapat larut dalam air, dan ini berarti tubuh tidak memiliki simpanan riboflavin. Maka dari itu kebutuhan riboflavin wajib di penuhi dari sumber makanan. Riboflavin juga dikenal memiliki sifat antioksidan (1).

 

RDA untuk wanita (1.1 mg/hari) dan pria (1.3 mg/hari) (2). Karena angka kebutuhan relative kecil, biasanya kebutuhan riboflavin dapat dipenuhi dengan pola makan beragam. Makanan yang kaya dengan riboflavin antara lain daging kambing (4.59mg/100mg), daging sapi (3.42mg/100mg) dan kacang kedelai mentah (0.87mg/100mg) telur (0.5mg/100g) dan produk olahan susu seperti keju (4).

 

Riboflavin akan diserap kedalam tubuh melalui usus halus. Kekurangan riboflavin dapat menyebabkan sakit tenggorokan, merah-merah dan bengkak disekitar mulut, kulit pecah-pecah di sekitar mulut. Riboflavin telah ditemukan dalam beberapa penelitian membantu mencegah pembentukan katarak (5–7) dan migraine (8–11).

Disclaimer: Artikel yang terkandung dalam situs ini disajikan untuk digunakan sebagai informasi tambahan. Artikel di dalam situs zywielab.com ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan perawatan medis profesional atau rekomendasi terhadap suatu individu dari ahli gizi profesional. Artikel yang ada di dalam situs ini tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk diagnosis atau pilihan pengobatan. Semua pengobatan yang anda lakukan harus berdasarkan rekomendasi dari dokter dengan pemeriksaan secara langsung. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain kecuali jika diberikan referensi secara spesifik. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan. Jika Anda menemukan sesuatu yang harus diperbaiki dalam artikel ini, silakan hubungi kontak@zywielab.com

 

Lisensi: Lisensi artikel ini adalah Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan (BY-NC-ND): Pencipta diberi kredit dan hanya karya verbatim saja untuk tujuan nonkomersial saja. Untuk lisensi komersial dan edukasi silahkan menghubungi kami di lisensi@zywielab.com

Referensi

  1. High-dose riboflavin treatment is efficacious in migraine prophylaxis: an open study in a tertiary care centre

    Boehnke C, Reuter U, Flach U, Schuh-Hofer S, Einhäupl KM, Arnold G. High-dose riboflavin treatment is efficacious in migraine prophylaxis: an open study in a tertiary care centre. European Journal of Neurology: The Official Journal of the European Federation of Neurological Societies. 2004;11(7):475 - 477.
  2. Prophylactic treatment of migraine with beta-blockers and riboflavin: differential effects on the intensity dependence of auditory evoked cortical potentials

Tentang Penulis dan Penyunting

Dipl-Ing A. Chrisant R. S.T., M.Sc.
SGU - Food Technology, AgroParisTech, Dublin Institute of Technology, Lund University - Food Innovation and Product Design
Chrisant sekarang sedang memperkaya ilmunya dalam Erasmus Mundus Master Course of Food Innovation and Product Design (FIPDes). Seorang dengan ketertarikan terhadap dunia internasional, Chrisant memanfaatkan setiap kesempatan untuk traveling untuk melihat bagaimana beragam cara orang menjalani hidup. Seringkali juga, traveling membantu Chrisant menemukan kesukaannya yang lain, yaitu makanan.
Dipl-Ing Arradi Nur Rizal M.Sc.
Founder, Reviewer, The Science of Gastronomy
Rizal, sebagai pencetus Zywie laboratorium, walaupun memiliki latar belakang di bidang teknik dan bisnis, mempunyai perhatian lebih terhadap pendidikan kesehatan dan gizi di masyarakat. Perhatian ini muncul ketika Rizal sedang mempelajari "The Science of Gastronomy". Sekarang Rizal sedang bekerja di Lund University, Swedia.