Zat gizi untuk Ibu Hamil

Zat Gizi Untuk Ibu Hamil

Ibu hamil membutuhkan zat gizi yang lebih banyak daripada wanita biasa, tetapi harus tetap seimbang. Hal ini penting untuk perkembangan janin di dalam rahim. Kebutuhan kalori yang disarankan bagi wanita hamil berkisar antara 2300-2500 kcal/hari [1], namun hal ini tentu saja tergantung dari aktifitas keseharian dan Indeks Massa Tubuh (IMT) sebelum kehamilan. Kenaikan berat badan antara 10-15 kg masih dalam batas yang normal. Kenaikan berat badan yang berlebihan meningkatkan risiko untuk gestational diabetes [2].

 

Zat gizi apa yang perlu diperhatikan selama kehamilan?

Beberapa zat gizi dibutuhklan dalam jumlah yang lebih banyak pada masa kehamilan [3]. Zat gizi tersebut antara lain:

  • Sodium. Kebutuhan Sodium per hari untuk ibu hamil sekitar 230 mikrogramm. Jumlah ini bisa didapatkan kira-kira dari satu kilo bayam [3,4,8].
  • Folat dan vitamin B12. Keduanya sangat penting untuk perkembangan syaraf janin. Kebutuhan Folat dan Vitamin B12 saat hamil meningkat menjadi 550 mikrogram/hari untuk folat dan 3,5 mikrogram/hari untuk vitamin B12. Jumlah ini memang tergolong banyak, oleh karena itu wanita hamil disarankan untuk mengkonsumsi suplemen tambahan atau susu yang mengandung zat zat ini. [3,4,8].
  • Zat Besi. Wanita hamil sangat rentan akan anemia, oleh karena itu sangat disarankan untuk mengkonsumsi produk yang mengandung zat besi seperti daging dan produk gandum. Namun, mengkonsumsi zat besi dan kaffein secara bersamaan dapat menghambat resorpsi zat besi [3].
  • Kalsium. Kalsium dibutuhkan untuk peruumbuhan bayi. Sebenarnya tubuh memiliki kemampuan untuk menjaga kadar kalsium yang mencukupi untuk bayi. Namun, konsumsi yang tidak mencukupi akan menyebabkan risiko osteoporosis ibu [3,9].

 

Apa sebaiknya yang dihindari selama kehamilan?

Ternyata, walaupun beberapa zat gizi dibutuhkan dalam jumlah banyak. Ibu hamil tetap perlu waspada dalam memenuhi kebutuhan zat gizi. Ada beberapa jenis makanan atau zat yang sebaiknya dihindari atau dikurangi selama kehamilan terkait dengan masalah keamanan.

  • Susu dan produk susu yang tidak terpasteurisasi. Konsumsi susu dan produknya yang tidak terpasteurisasi meningkarkan risiko infeksi bakteri Listeria. Jenis produk yang termasuk di dalamnya adalah keju lembut, seperti feta, Brie, dan Camemmbert [3].
  • Daging yang kurang matang. Hal ini terkait dengan bahaya toxoplasmose atau pun virus dan mikroorganisme yang lainnya [8].
  • Beberapa jenis ikan. Ikan-ikan tersebut antara lain ikan hiu, kakap putih, makerel, dan ikan todak. Jenis ikan ini diketahui memiliki level merkuri yang tinggi, jenis logam yang mengganggu pertumbuhan dan perkembangan otak [3]. Untuk tahu kenapa ikan ini mengandung merkuri, baca disini.
  • Kopi. Bagi para penggemar kopi, konsumsi kopi perharinya juga harus dikurangi. Menurut beberapa studi, konsumsi kaffein baik dari kopi atau teh dan yang lainnya meningkatkan risiko untuk spontan aborsi atau prematuritas [6,7].
  • Alkohol. Ibu hamil yang mengkonsumsi alcohol dalam masa kehamilan diketahui meningkatkan risiko gangguan pertumbuhan dan perkembangan janin. Gangguan ini dikenal sebagai fetal alcohol syndrome, bayi dapat memiliki ukuran lingkar kepala yang kecil, bentuk wajah yang tidak biasa, kelainan bentuk fisik lainnya, atau perkembangan yang terlambat [9].
  • Nikotin (rokok). Berbagai macam zat kimia yang terdapat pada rokok dapat membahayakan janin. Rokok dapat menyebabkan konstriksi pembuluh darah yang mengurangi aliran darah yang membawa nutrisi dan oksigen menuju janin. Rokok juga diketahui meningkatkan risiko keguguran [9].

Disclaimer: Artikel yang terkandung dalam situs ini disajikan untuk digunakan sebagai informasi tambahan. Artikel di dalam situs zywielab.com ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan perawatan medis profesional atau rekomendasi terhadap suatu individu dari ahli gizi profesional. Artikel yang ada di dalam situs ini tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk diagnosis atau pilihan pengobatan. Semua pengobatan yang anda lakukan harus berdasarkan rekomendasi dari dokter dengan pemeriksaan secara langsung. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain kecuali jika diberikan referensi secara spesifik. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan. Jika Anda menemukan sesuatu yang harus diperbaiki dalam artikel ini, silakan hubungi kontak@zywielab.com

 

Lisensi: Lisensi artikel ini adalah Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan (BY-NC-ND): Pencipta diberi kredit dan hanya karya verbatim saja untuk tujuan nonkomersial saja. Untuk lisensi komersial dan edukasi silahkan menghubungi kami di lisensi@zywielab.com

Referensi

  1. Normal intellectual development in children born from women with hypothyroxinemia during their pregnancy

    Grau G, Aguayo A, Vela A, Aniel-Quiroga A, Espada M, Miranda G, et al.. Normal intellectual development in children born from women with hypothyroxinemia during their pregnancy. Journal of Trace Elements in Medicine and BiologyJournal of Trace Elements in Medicine and Biology [Internet]. 2015 [cited 2016-01-14 13:45:42];31:18-24. http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0946672X15000279
  2. A meta-analysis of risk of pregnancy loss and caffeine and coffee consumption during pregnancy

    Li J, Zhao H, Song J-M, Zhang J, Tang Y-L, Xin C-M. A meta-analysis of risk of pregnancy loss and caffeine and coffee consumption during pregnancy. International Journal of Gynaecology and Obstetrics: The Official Organ of the International Federation of Gynaecology and ObstetricsInternational Journal of Gynaecology and Obstetrics: The Official Organ of the International Federation of Gynaecology and. 2015;130(2):116-122.

Tentang Penulis dan Penyunting

Dr.med. (c) Felicia Sisca
Ludwig-Maximillian Universität München - Humanmedizin
Sisca adalah mahasiswa Indonesia asal Jakarta. Sisca sedang menempuh pendidikan kedokteran di Munich, Jerman di tahun kelima dan tinggal di jerman sejak 2009.
Dipl-Ing Arradi Nur Rizal M.Sc.
Founder, Reviewer, The Science of Gastronomy
Rizal, sebagai pencetus Zywie laboratorium, walaupun memiliki latar belakang di bidang teknik dan bisnis, mempunyai perhatian lebih terhadap pendidikan kesehatan dan gizi di masyarakat. Perhatian ini muncul ketika Rizal sedang mempelajari "The Science of Gastronomy". Sekarang Rizal sedang bekerja di Lund University, Swedia.