Vitamin C pada Masa Menyusui

Vitamin C sudah terkenal sebagai vitamin yang penting bagi daya tahan tubuh. Tapi apakah Anda mengetahui manfaat lain dari vitamin ini? Faktanya vitamin C juga memiliki peranan pada pembentukan dan struktur sistem saraf, sebagai antioksidan dan juga berpengaruh pada proses belajar serta memori. [1] 

Kekurangan Vitamin C berpotensi menganggu perkembangan fisik dan mental

Tentunya manfaat vitamin ini tidak hanya dibutuhkan oleh orang dewasa saja namun juga dibutuhkan oleh bayi dan anak. Pada bayi, vitamin C berperan penting untuk tumbuh-kembang dan membantu sistem imun melawan infeksi. Kekurangan akan vitamin ini juga dapat beresiko pada perkembangan fisik dan mental anak. [2] 

Semenjak baru lahir hingga berusia 6 bulan, bayi sangat bergantung pada air susu yang dikonsumsinya, baik dari air susu ibu (ASI) ataupun dari susu formula. Ibu yang mengonsumsi gizi seimbang dengan kandungan vitamin C yang cukup mampu menghasilkan 50 – 90 mg/L vitamin C di dalam ASI. Menariknya, ASI kolostrum mengandung vitamin C yang lebih tinggi dibandingkan dengan ASI yang dihasilkan beberapa minggu setelahnya [4]. Hal ini menegaskan pentingnya kolostrum untuk bayi pada saat baru dilahirkan. Bagi Ibu yang ingin menyimpan ASI perah (ASIP) di dalam freezer ( - 20C), durasi waktu penyimpanan selama tiga bulan tidak akan merubah kadar vitamin C. Namun setelah penyimpanan selama 6 - 12 bulan maka kadar vitamin C mulai berkurang [3]. Jika ASI tidak mungkin diberikan, pemenuhan kebutuhan vitamin C untuk bayi juga bisa didapatkan dari susu formula dengan kandungan vitamin C 69 – 90 mg/L [4].

Berapa banyak kebutuhan Vitamin C untuk ibu menyusui ?

Ibu yang menyusui direkomendasikan untuk mengonsumsi vitamin C 120 mg/hari sedangkan pada bayi 0 - 6 bulan direkomendasikan untuk mengonsumsi vitamin C 40 mg/hari [3]. Lalu dari mana seorang ibu dapat memenuhi kebutuhan vitamin C baik untuk dirinya dan untuk bayinya? Buah-buahan dan sayuran merupakan sumber vitamin C terbaik yang dianjurkan, termasuk untuk para ibu yang sedang menyusui. 

Proses Memasak dapat menurunkan kadar Vitamin C

Namun perlu diingat, proses pemanasan termasuk saat memasak dapat merusak vitamin ini sehingga dapat menurunkan kadarnya di dalam bahan makanan. Selain itu, kebiasaan merokok (baik perokok aktif maupun pasif) dapat menurunkan kadar vitamin C di dalam ASI. Suplemen vitamin C juga bisa digunakan sepanjang asupannya tidak melebihi batas amannya, yakni 2000 mg per hari. [5] 

Jadi sangat penting bagi para ibu menyusui untuk memperhatikan asupan vitamin C setiap harinya

.

 

Disclaimer: Artikel yang terkandung dalam situs ini disajikan untuk digunakan sebagai informasi tambahan. Artikel di dalam situs zywielab.com ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan perawatan medis profesional atau rekomendasi terhadap suatu individu dari ahli gizi profesional. Artikel yang ada di dalam situs ini tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk diagnosis atau pilihan pengobatan. Semua pengobatan yang anda lakukan harus berdasarkan rekomendasi dari dokter dengan pemeriksaan secara langsung. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain kecuali jika diberikan referensi secara spesifik. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan. Jika Anda menemukan sesuatu yang harus diperbaiki dalam artikel ini, silakan hubungi kontak@zywielab.com

 

Lisensi: Lisensi artikel ini adalah Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan (BY-NC-ND): Pencipta diberi kredit dan hanya karya verbatim saja untuk tujuan nonkomersial saja. Untuk lisensi komersial dan edukasi silahkan menghubungi kami di lisensi@zywielab.com

Referensi

Tentang Penulis dan Penyunting

afina's picture
Afina Nuur F. M. S.Si., M.Sc.
ITB - Mikrobiologi, Lund University - Food Technology and Nutrition
Afina menyelesaikan studi magister di Lund University, Swedia tahun 2016 dengan jurusan Food Technology and Nutrition. Sebelumnya di tahun 2013 ia mendapatkan gelar sarjana pada bidang Mikrobiologi, Institut Teknologi Bandung. Kedua background keilmuan tersebut membuatnya tertarik untuk mempelajari lebih lanjut mengenai proses fermentasi makanan dan food safety.
ayunina's picture
Ayunina R. F., Apt., M.Sc.
ITB, Farmasi, Ghent University, Nutrition and Rural Development
Semenjak menempuh pendidikan di Sekolah Farmasi ITB, Ayunina tertarik dengan peran makanan dan gaya hidup dalam penyembuhan dan kesehatan. Hal ini pun mengantarkannya untuk menempuh pendidikan magister di jurusan Nutrition and Rural Development di Ghent University dengan beasiswa dari pemerintah wilayah Flanders, Belgia. Setelah memperoleh gelar masternya di tahun 2016, Ayunina kini mengelola...